HEE ndi Komunikasi Produktif

Alhamdulillah, masya allah. Hari ini bahagia luar biasa. Setelah melewati tantangan Komunikasi Produktif, saya dan teman-teman sekelas di Bunda Sayang Bacth 5 Kalimantan 2, hari ini gak cuma sayang-sayangan alias jumat hangat. Tapi juga kebagian High Ending Energi.

Di akhir tantangan level 1 ini, kami perangkat kelas diminta untuk memberikan nama-nama yang menurut kami teladan, aktif, apresiatif, dan aliran rasanya terinspiratif.

Baca lebih lanjut

Aliran Rasa Game Level 1 Komunikasi Produktif

Sejak mengenal Ibu Profesional, saya selalu deg-degan. Ikut tidak ya? Mampukah saya? Pertanyan itu selalu saya tanyakan pada diri saya. Saya pun kerap curhat pada mbak Renny. Er, lebih tepatnya minta diyakinkan kalau saya mampu. Baik itu saat di kelas Matrikulasi ataupun di Bunda Sayang.

Alhamdulillah, di tantangan Level 1, saya mampu melewatinya. Saya berkomitment pada diri sendiri agar biseea melewati tantangan sampai 17 hari (dan tentu saya lanjutkan terus menerus).

Baca lebih lanjut

Game Level 1 Hari 17 : Komunikasi Produktif – Main Hujan Yuk

Saya yakin, hampir semua anak-anak sangat menyukai bermain dengan air. Main hujan, boleh jadi salahsatu yang di nanti-nanti.

Waktu kecil, saya sih seperti itu. Sayangnya, ibu – bapak dulu selalu melarang saya bermain hujan. Hasilnya, saat remaja saya malah penasaran bagaimana rasanya mandi hujan. Jadi, jika saat mengendarain motor hujan, maka saya akan tetap memilih kehujanan.

Baca lebih lanjut

Game Level 1 Hari 16 : Komunikasi Produktif – Terus Evaluasi

Memasuki hari ke 16 Komunikasi Produktif, saya masih merasa perlu belajar sangat keras. Meski baru enambelas hari, saya menyadari bahwa pengendalian diri saya sangat diperlukan, agar emosi bisa terjaga. Ya, saya rasa kunci dasar di komunikasi produktif ini adalah menjaga emosi.

Jika emosi kita stabil, maka kita bisa lebih sadar dan waras menghadapi hari.

Sejak kemarin, Cinta “lupa” nonton youtube. Yes! Saya, memang menyembunyikan tablet yang bisa di akses youtube. Menurut saya, Cinta memang belum masuk kategori kecanduan nonton youtube. Tapi, jika dibirkan bisa saj terjadi. Karena itu, saya perlahan-lahan menghilangkan keinginanya. Bagaimana caranya? Memperbanyak aktivitas bersama.

Tapiiiiii, usai kami makn siang. Nenek keluar kamar sambil menenteng smartphone. Seketika Cinta langsung berteriak. “Mau nonton youtube. Boleh yaaaa?? Lima menit aj kok. Cinta izin,” ujarnya.

Saya, papahnya dan neneknya kompak bilang tidak. Pecahlah tangisannya. Segera saya peluk Cinta. “Kesal ya, belum diizinkan nonton youtube,” ujar saya. “Kita main lempar bola yuk,” ajak saya.

Cinta awalnya menolak. Ia tetap menangis sambil memperhatikan saya menyiapkan permainan. Permainan sederhana sebenarnya 😅. Saya menggunakan dua buah keranjang sebagai ring bola. Saya contohkan. Namun Cinta tidak mau. Saat bola jatuh keluar dari keranjang, saya minta tolong Cinta untuk mengambil dan memasukkannya. Eh ternyata dia tertawa-tawa. Dia pun mengulangi lagi.

“Yeay, Cinta bisa memasukkan bola ke keranjang. Ayuk, kita main lagi. Ini bola warna apa ya,” ujar saya. Cintapun lupa pada tangisan sebelumnya.

Game Level 1 Hari 14 : Komunikasi Produktif – Berubah Bersama-sama

Tadi malam, sembari menunggu suami pulang kerja saya membuka akun instagram. Bingung apa yang saya cari 😅. Sampailah saya pada instastory seorang teman yang bercerita tentang video youtube Najwa Sihab dan Maudy Ayunda.

Karena penasaran, maka saya berkunjung ke video tersebut. Video tersebut memang menginspirasi. Ya. Saya terkagum-kagum pada ke dua. Apalagi ketika maudy dan najwa mengaku saat kecil menghabiskan banyak waktunya untuk membaca. Mengingatkan saya pada kegiatan saya kecil. Saya suka membaca karena bapak suka membaca. Childreen see, childreen do.

Baca lebih lanjut