Pos Indonesia, Masih Melekat di Hati

Perkembangan bisnis e-commerce atau jual beli online di Indonesia meningkat drastis sejak beberapa tahun belakangan. Apapun bisa kita temukan dengan mudah di banyak situs belanja. Harganya pun relatif murah. Hal ini tentu saja membuat beberapa jasa ekspedisi ikut berkembang. Dulu, boleh jadi hanya Pos Indonesia saja yang jadi idola. (errr, atau mungkin saya hanya tau Pos). 

IMG_1578.JPG

Kantor Pos Indonesia di kawasan Klandasan Balikpapan

Dikutip dari laman Pos Indonesia,

Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantorpos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik.Setelah Kantorpos Batavia didirikan, maka empat tahun kemudian didirikan Kantorpos Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan.Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero). Baca lebih lanjut

Iklan

Ada Kesempatan, Jangan Sia-siakan

Saya rasa, setiap orangtua ingin menjadi orang pertama yang dicari anak saat ia bahagia ataupun bersedih. Namun, apakah yang sudah kita lakukan sebagai orangtua? Sudahkah memberikan anak-anak kenangan yang membahagiakan? Sudahkah kita menjadi bagian hidup mereka saat ini?

Baca lebih lanjut

Ke Pantai, Beramai-ramai

A long walk in a long beach shortens every kind of sorrow!” — Mehmet Murat ildan

Mengajak anak menikmati alam, bukan hanya belajar dan eksplorasi, tapi juga menyukuri anugerah Allah SWT. Anak, akan lebih menyadari betapa Maha Besar sang Pencipta.

04C1BCD9-419A-47CC-A819-29BF3B3FC088.jpeg

Akhir pekan kali ini, saya bersama keluarga memilih menikmati keindahan pantai. Tentu saja, anak-anak sangat menyukainya. Anak mana sih yang tidak suka bermain air? Ke pantai kali ini, baru kunjungan ke tiga Cinta. Saya memang jarang mengajak Cinta ke Pantai. Selain lebih seru kalau ramai-ramai, saya lebih senang melihat yang berwarna hijau.
Baca lebih lanjut

Berbagi Cerita Rangkul di Akhir Pekan

Akhir pekan ini saya kembali mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Kali ini saya mengikuti Berbagi Cerita Rangkul dengan tema Disiplin Positif: Mengenal Anak dengan Utuh. Seperti biasa, saya memboyong Cinta saat mengikuti kegiatan ini. Meskipun saya tahu, konsentrasi saya akan terpecah, tapi saya berkomitmen pada diri sendiri dan suami, akan tetap mengajak anak-(anak) dalam kegiatan yang saya ikuti.  Baca lebih lanjut